Sri Wahyuni sempat jenuh dan berhenti jadi atlet angkat besi
Di balik torehan medali perak di ajang Olimpiade Rio de Janiero 2016, Brazil, atlet angkat besi Sri Wahyuni pernah ingin berhenti dari rutinitasnya sebagai atlet di tahun 2015. Bahkan dara 21 tahun itu pulang ke Bandung dan tidak ingin berlatih dengan PABBSI (Persatuan angkat besi binaraga-angkat berat seluruh Indonesia) di Bekasi.
"Pernah setahun lalu kaya pundung gitulah, enggak mau latihan dua minggu, pelatihnya cari ke sini. Katanya (Sri) bosan terus saja setiap harinya angkat besi," kata Candiana (44) ayah Sri, saat ditemui di kediamannya di Kampung Bojong Pulus RT 4 RW 2 Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (10/8).
Bagaimana tidak, keseharian Sri, kata dia pagi-pagi sudah berlatih angkat barbel, dilanjutkan kembali sore harinya dengan rutinitas yang sama. Belum lagi makanan yang harus dikontrol dan jam istirahat yang kudu teratur.
"Selama delapan tahun gitu saja terus. Jenuh mungkin ya," paparnya.
Ketika Sri pulang ke rumahnya dan lepas dari pengawasan pelatih, Sri membandel dan menentang semua apa yang dilarang. "Dia (Sri) mah orangnya tukang jajan. Makan baso, seblak kesukaannya tuh," ungkapnya sembari tertawa.
Tapi pelatihnya saat itu mencoba terus membujuk. Pelatih meyakini bahwa Sri adalah atlet berbakat dan memiliki mental bagus dan akan membawa prestasi di dunia. "Akhirnya Sri mau lagi kembali berlatih ke Jakarta," terangnya.
Perjuangannya itu ternyata berbuah hasil. Pencapaian manis ternyata diraih di ajang Olimpiade 2016 ini. Meski tidak meraih emas, tapi Sri sudah mengharumkan Indonesia dengan medali perak. Sri meraih perak pada kelas 48 kilogram dengan total angkatan 192 kilogram. Sri hanya kalah dari atlet Thailand Sopia Tanasan dengan total angkatan 200 kilogram.
"Sekarang malah terharu dan bangga. Ternyata dia bisa begini," paparnya.
Dia menyampaikan, Sri masih akan terus angkat besi sampai Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. "Inginnya olimpiade nanti bisa dapat emas, mungkin setelah itu pensiun. Dan keinginannya menjadi pelatih," katanya.






0 komentar:
Post a Comment