SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA SAYA

Tuesday, 4 October 2016

Tumpukan tulang ditemukan di Jembrana, diyakini kuburan massal PKI


Tumpukan tulang ditemukan di Jembrana, diyakini kuburan massal PKI




Sore jelang petang di wilayah pesisir Pantai Yehembang yang berlokasi di Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ditemukan tengkorak dan tulang belulang manusia dalam jumlah banyak. Tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut ditemukan pertama kali oleh I Ketut Seka (72), salah seorang warga setempat ketika hendak olah raga di pesisir pantai Yehembang.Tengkorak dan tulang belulang tersebut ditemukan di lokasi abrasi tepatnya sekitar 50 meter di timur Setra (Kuburan) Yehembang. Saat ditemukan, tulang belulang tersebut berserakan di pasir bercampur dengan puing-puing tanggul pengamanan pantai yang jebol karena abrasi.

"Saya ke pantai mau olahraga. Tapi iseng saya lihat tanggul yang jebol ternyata ada tulang belulang manusia berserakan." ujar Seka.

Selain ditemukan berserakan, tulang belulang tersebut juga masih terkubur dan kelihatan ujung-ujungnya akibat pasir tergerus air laut. Mengetahui ada laporan penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia polisi dari Polres Jembrana dan Polsek Mendoyo langsung tiba di lokasi.

"Dari pembongkaran kita temukan empat tengkorak manusia dengan kedalaman satu meter, terang Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Sukasana.

Setelah melakukan penggalian dan ditemukan empat tengkorak manusia dan sejumlah tulang lengan dan kaki. Tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut diyakini adalah eks anggota PKI pada zaman pemberontakan G30S/PKI dan lokasi penemuan tulang belulang tersebut diyakini sebagai kuburan massal anggota PKI yang terbunuh.

"Saya tahu persis di lokasi itu ada tujuh anggota PKI yang dikubur setelah dibunuh,"" ujar Guru Kendya (80), seorang warga setempat sekaligus pelaku sejarah.

Bahkan menurutnya, dirinya masih ingat nama-nama ketujuh anggota PKI yang dikubur di tempat tersebut. Enam orang adalah warga Desa Yehembang dan satu orang warga Tegalcangkring, Mendoyo. Menurutnya, mereka dikubur pada tahun 1965 saat pemberontakan G30S/PKI pecah di Jawa dan yang bertugas mengubur adalah almarhum Dewa Aji Wanten, salah seorang warga Yehembang.

"Sebenarnya di sekitar pesisir Yehembang ada 40 orang anggota PKI yang dikubur setelah dibunuh. 33 orang dikubur di areal setra (kuburan) dan tujuh orang dikubur di lokasi ditemukan tulang belulang itu," lanjut Guru Kendya.

Newer Post Older Post Home

0 komentar:

Instagram Instagram Instagram Instagram